Minggu, 09 Januari 2011

Menghadapi Kritik, Ciri Sikap Dewasa

Sekeras apa pun kita berusaha, kita tidak akan bisa menyenangkan semua orang. Pastinya ada satu atau dua orang yang kecewa dengan apa yang kita lakukan, misalnya dalam pekerjaan atau sikap dan perbuatan. Lalu tanpa segan mereka melontarkan kritik yang menurut mereka adalah "kritik membangun."

Tetapi seberapa membangun kritik tersebut ? jangan-jangan tujuannya hanya untuk menjatuhkan ? Apakah kita harus mendengarkan setiap kritik atau tak ambil pusing dan melanjutkan kembali kebiasaan kita ?

Cara seseorang menghadapi kritik, menunjukkan kekuatan dan kedewasaannya. Berikut beberapa pedoman yang harus Anda ketahui.

* Pada dasarnya kritik diberikan untuk memperbaiki kesalahan dan bersifat membangun. Pertimbangkan apakah motivasi orang yang mengkritik Anda tulus untuk membantu atau hanya untuk membuatnya lebih berkuasa dari Anda ? Kalau Anda sudah memahami sifatnya, apakah orang ini memang suka memberi saran atau ia punya reputasi sebagai tukang komplain ?

* Mungkinkah ia hanya iri ? apakah ia tulus mengorbankan waktu dan energi untuk membantu Anda mencapai kemajuan atau kritiknya hanya berisi kata-kata kosong ? Jika demikian, carilah waktu yang paling tepat untuk membuktikan bahwa ia salah.

* Cari tahu sumber kritik. Apakah ia memahami apa yang ia katakan ? apakah kritik itu berasal dari orang yang secara umum (gaya hidupnya, karir dan kehidupannya) memang layak Anda hormati ? Jika ia tak layak, biarkan kritik itu berlalu.

* Jika Anda tidak yakin bahwa kritik tersebut memang bersifat positif, carilah opini kedua.

* Bagaimana sikap Anda menghadapi kritik ? apakah Anda menghargainya atau sebaliknya, marah dan merasa dijatuhkan ?. Apakah Anda jadi semangat memperbaiki diri karenanya ?.

* Tanyakan secara spesifik bagian mana yang menurutnya layak diperbaiki, terkadang batasnya kabur antara mengkritik pribadi dengan mengkritik hasil pekerjaan.

* Masuklah dalam lingkungan dengan orang-orang yang selalu berpikir positif yaitu mereka yang mengejar cita-citanya dan menginspirasi sekitarnya untuk melakukan hal yang sama. Seseorang yang terpuruk dalam kegagalan dan malas bangkit seringkali tidak rela melihat kesuksesan orang lain dan akan berusaha membuatnya jatuh.

* Meski mendapat banyak kritik, tetaplah fokus pada tujuan Anda. Anda adalah orang yang paling tahu tujuan Anda, bukan orang lain. Jadi jangan biarkan pihak luar mengganggu usaha Anda. Kebulatan hati adalah rahasia kesuksesan, di samping kemampuan untuk bangkit dari kegagalan dan menghadapi kritik dengan bijaksana.

* Bersikaplah profesional, jangan bersikeras atau menyalahkan orang lain saat Anda dikritik. Terkadang kritik berjasa untuk kemajuan Anda, jangan habiskan waktu dengan mencari pembenaran.

* Terakhir, dengarkan kritik dan umpan balik yang disampaikan dengan kepala dingin. 


http://www.jurnalnet.com/konten.php?nama=Popular&topik=3&id=54

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.