Selasa, 19 April 2011

SyukuriLaH semua hal yg Kau alami

Sakit yang terus menyapamu selama ini adalah ujian dan cobaan dari Allah seberapa kokohnya engkau menjalani apa-apa yang engkau yakini atas-Nya. Dia ingin tahu seberapa seriuskah engkau dalam menapaki jalan kehidupan yang sudah Dia gariskan. Sakit yang Dia berikan adalah sebuah perhatian khusus-Nya kepadamu. Dia masih sayang kepadamu dengan memberikan ujian dan cobaan. Andai saja kau tak merasa diuji dan diberi cobaan, maka kau akan merasa aman-aman saja, padahal kau sedang berada di tepian jurang yang menganga lebar dan siap menerkammu kapan saja kau lengah..

Di kananmu ada orang-orang yang engkau sayangi dan kasihi. Di depanmu ada orang-orang yang engkau hormati. Di kirimu ada orang-orang yang engkau senantiasa bercengkerama dengannya. Di belakangmu ada orang-orang yang selalu mendukungmu dalam tiap doanya meski kau tak pernah tahu.

Walau itu berat bagimu..
Percayalah kau mampu menjalaninya..
Asalkan kau selalu menyertai Allah dalam segala hal..

Jadilah diri Sendiri tak ada yang Perlu Ditakutkan :*

Jika kita mengkaji lebih dalam, umumnya masalah yang mengganggu sebenarnya tidak ada.
Sebenarnya tidak ada yang memikirkan kita. Kebanyakan mereka hanya memikirkan diri sendiri.
Kebanyakan orang tidak mempunyai waktu untuk memikirkan kita.

Satu kajian terbaru mengatakan : 93% dari masalah yang anda khawatirkan sebenarnya tidak ada.
Hanya 7% saja yang terjadi.
Dari masalah yang ada tersebut sebagian besar tidak bisa kita kendalikan, seperti krisis ekonomi, kestabilan politik dsb.
Jadi untuk apa kita khawatir terhadap hal-hal yang tidak bisa kita kendalikan?

Ayooo Semangat Syitra..sambutlah setiap harimu dgn penuh Semangat dan syukur!!!

krn "Tidak ada org yang berputus asa dari Rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yg sesat" QS.Al Hijr:56

MENGATASI GROGI SAAT BICARA DI DEPAN PUBLIK

Seorang pecinta tulisan saya di sebuah rubrik koran lokal melontarkan
pertanyaan bagaimana mengatasi grogi pada saat bicara di depan umum
(publik)?  Meski ia sudah mempersiapkannya sebaik mungkin tetap saja grogi.
Masalah grogi adalah masalah yang dialami oleh siapa saja yang sedang
belajar bicara di depan publik (selanjutnya saya sebut bicara). Keterampilan
ini adalah keterampilan proses, sebuah keterampilan yang tidak datang
seketika.  Artinya, bila ingin mengusainya diperlukan banyak berlatih dan
berlatih.

Untuk mengupas masalah grogi dan cara mengatasinya  saya akan menggunakan
dua pendekatan. Pendekatan pertama saya menggunakan pendekatan neurologis
yakni bagaimana pikiran kita mencerna "keberadaan publik" (audience); dan
pendekatan kedua adalah pendekatan praktis yakni bagaimana kiat-kiat praktis
menghadapi grogi. 

Setidaknya, dua pendekatan itu sudah saya praktikkan dalam hidup saya. Saya
dulu yang pemalu luar biasa (bayangkan dulu saya tidak berani bilang "Kiri"
pada saat naik bus/angkutan umum. Takut/malu kalau banyak orang yang nengok
ke arah saya). Kini saya sudah terbiasa bicara di depan publik, bahkan
menjadi  pembicara publik dan motivator yang dibayar. 

Baik, selanjutnya saya jelaskan pendekatan pertama, kenapa secara neurologis
(syaraf otak) seseorang bisa menjadi grogi. Seseorang menjadi grogi atau
bahkan sebaliknya menjadi senang bila di depan pulik itu sangat tergantung
bagaimana syaraf otak merespon atau menanggapi sesuatu yang berada di luar,
yaitu  --dalam hal ini-- audience (publik).

Perilaku (grogi, takut, senang dan lain-lain) merupakan hasil dari respon
pikiran kita. Kalau kita merespon/menanggapi sesuatu di luar adalah sesuatu
yang menakutkan, maka pikiran (syaraf) segera mengolahnya menjadi sebuah
ketakutan. Sebaliknya, kalau kita meresponnya sesuatu yang menyenangkan,
maka semua sel-sel dan jutaan syaraf segera mengolahnya menjadi hal yang
menyenangkan. 

Lebih kongkritnya begini. Kalau Anda membayangkan jeruk nipis (sesuatu yang
berada di luar Anda) terasa kecut, maka syaraf otak segera membayangkannya
rasa kecut itu. Bahkan dengan hanya membayangkan saja air liur bisa keluar
sebagai respon terhadapnya. 
Sebaliknya, kalau Anda membayang buah anggur yang segar, baru keluar dari
kulkas, syaraf otak segera membayangkannya buah manis yang menyegarkan.

Begitulah cara pikiran kita bekerja, atau meresponnya. Bila Anda
menanggapinya dengan negatif maka pikiran bekerja dengan cara negatif,
milyaran sel syaraf bekerja untuk memperkuat respon negatif Anda. Bila Anda
meresponnya dengan cara positif, maka seluruh jaringan syaraf bekerja sekuat
tenaga untuk memperkuat respon positif Anda.

Audience (publik) bukanlah buah jeruk nispis yang kecut atau  buah anggur
yang manis menyegarkan. Audience adalah sesutau yang netral sifatnya.
"Manis" dan "kecut"-nya, arau "menakutkan" (yang membuat Anda grogi) atau
"menyenangkan" sangat tergantung bagaimana Anda meresponnya. 

Ketika Anda meresponnya sebagai seuatu yang "menakutkan" syaraf otak segera
bekerja dengan cara yang negatif. Hasilnya mejadi negatif. 
Syaraf otak segera bekerja untuk menemukan sejumlah alasan  negatif untuk
meyakinkan bahwa audience itu "menakutkan".  

Alasan-alasan yang ditemukan oleh pikiran negatif berupa: 1) audience
terlalu banyak dan banyak orang yang sudah pintar bicara, maka saya kurang
pede; 2) audience akan meneriaki "huuuuuuu..?" bila saya salah; 3) audience
akan mempergunjingkan saya bila saya salah;
4) saya akan malu bila apa yang saya sampaikan tidak menarik; 5) saya akan
malu bila saya salah dalam bicara nanti dan;  6) masih banyak alasan negatif
yang mengantarkan Anda menjadi semakin tidak percaya diri atau grogi.
Hasilnya, keringat dingin keluar, gemetar, bicara tidak lancar dan
salah-salah terus selama bicara. Pada saat seperti itu, pikiran sibuk
memikirkan audience  yang "menakutkan" 
ketimbang memimikirkan materi yang sedang di sampaikan. 

Akan menjadi berbeda hasilnya bila Anda meresponnya secara positif.  
Pikran Anda akan segera mencarikan sejumlah alasan positif yang menguatkan
Anda tampil lebih percaya diri. 

Anda akan tampil lebih percaya diri bila memandang audience sebagai: 
1) sekelompok manusia yang sedang memberikan kesempatan baik pada Anda untuk
bicara; 2) mereka tidak akan menghukum bila Anda keliru;
3) keliru dalam berlatih bicara adalah hal yang wajar yang dialami oleh
setiap orang; 4) mereka juga belum tentu memiliki keberanian untuk bicara;
5) kalau pun ia diberi kesempatan bicara ia pasti melakukan kesalahan
seperti Anda; 6) dalam sejarah belum ada audience yang "mencemooh" pembicara
bila dalam menyampaikannya secara santun dan; 7) ini adalah kesempatan
terbaik untuk berlatih bicara. 

Dengan kata lain, audiene bukan menjadi beban pikiran selama Anda bicara.
Bila perlu Anda cuek-bebek (tapi sopan) selama bicara. 
Ketika Anda telah mengusai audience dengan cara respon positif seperti
tersebut di atas, pikiran Anda tinggal fokus pada materi. 

Perlu dicatat bahwa mengapa seorang pembicara grogi karena pikirannya selama
bicara sibuk memikirkan audiencenya yang dianggap "menakutkan". Menakutkan
atau tidaknya sangat tergantung bagaimana pikiran kita "menafsirkannya".
Bila menafsirkannya sebagai hal yang tidak menakutkan, maka pikiran akan
lancar, fokus pada topik, bicara pun lancar tanpa beban grogi. 

Semua yang saya jelaskan di atas adalah mengunakan pendekatan neurologis.
Selanjutnya saya menggunakan pendekatan praktis dalam mengatasi grogi.

Sebelum saya memberikan tips bagaimana cara mengatsi grogi saat pidato perlu
saya ingatkan kembali bahwa keterampilan bicara
(pidato) adalah keterampilan proses. Tidak ada orang yang langsung menjadi
ahli bicara. Semuanya diawali dari, malu, gemetar dengan keringat dingin,
grogi dan sejuta rasa lainnya. Jangankan bagi yang belum pernah pengalaman,
seorang yang sudah pengalaman  pun kadang- kadang masih dihinggapi rasa
kurang pede dan grogi. Jadi kalau menuggu sampai tidak ada rasa grogi,
dibutuhkan waktu  dan jam terbang yang lama. Butuh proses.

Cara-cara berikut ini adalah cara praktis yang saya gunakan bagaimana
mengatasi grogi.

Pertama, tingkatkan rasa percaya diri (pede). Kalau kita pede, keberanian
meningkat, tetapi kalau belum apa-apa sudah takut dulu, rasa pede mengecil.
Akibatnya sudah grogi dulu sebelum bicara. Untuk bisa meningkatkan rasa
pede, coba sebelum Anda bicara, Anda membayang seorang tokoh  pintar bicara
yang menjadi idola Anda. 
Setelah membayangkan secara jelas, anggap saja dia merasuk dalam jiwa Anda
yang membantu Anda pada saat bicara. Anggap saja dia yang bicara, tapi bukan
Anda.

Kedua, berani bicara kapan dan dimana saja bila ada kesempatan tampil di
depan umum. Jangan takut salah dan takut ditertawakan, bicara dan bicaralah.
Kalau Anda tidak pernah mencobanya, maka tidak pernah punya pengalaman.
Jangan berpikir, benar-salah, bagus-tidak, mutu-tidak, selama bicara.
Pokoknya, Anda sedang uji nyali, berani atau tidak. Ketika Anda berani
mencobanya, berarti nyali Anda hebat. 
Semakin sering Anda lakukan, semakin kuat nyalinya dan tidak takut lagi.
Pokoknya Anda harus berani malu.

Keitga, mulailah dari kelompok kecil. Berlatihlah bicara pada
kelompok-kelompok kecil dulu seperti karang taruna, kelompok belajar,
pertemuan RT/RW. Bicaralah sebisanya dan jangan buang kesempatan. Yang
seperti ini sudah saya lakukan, saya mulai dari kelompok belajar, panitia
seminar, dan acara-acara pengajian.  Lama- ama saya biasa. Ingat Anda bisa
karena biasa. 

Keempat, tulis dulu sebagai persiapan. Sebelum bicara, alangkah baiknya
ditulis dulu topik dan urutan penyampaiannya. Sebab, tanpa ditulis dulu,
biasanya lupa saat bicara dan menjadikan materinya tidak runtut. Ada dua
cara dalam menulis, menulis lengkap kenudian tinggal membaca atau tulis
pokok-pokonya saja. Bila Anda menulis lengkap akan sangat membantu Anda
bicara, tetapi keburukannya membosankan. Apalagi intonasi bacanya jelek.
Yang baik adalah pokok- pokok saja, kemudian Anda menguraiakannya saat
bicara, tetapi keburukannya, Anda bisa lupa tentang datailnya.

Kelima, akan lebih baik kalau memiliki kebiasaan menulis. Menulis apa saja,
cerita, artikel, surat atau catatan harian. Catatan harian akan sangat
membantu. Kenapa menulis? Karena dengan menulis adalah cara efektif untuk
membuat sebuah "bangunan logika", sebuah bangunan yang masuk akal. Bila Anda
terbiasa menuliskan topik-topik yang masuk akal, maka akan membantu pada
saat bicara. Tinggal memanggil ulang saja.

Keenam, perbanyak membaca. Orang bicara atau menulis, tidak lepas dari
kegiatan membaca. Dengan banyak membaca menjadi banyak pengetetahuan yang
dapat dijadikan acuan  pada saat bicara atau menulis. Kebuntuan dalam bicara
terjadi karena  tidak saja  grogi tetepi juga karena terbatasnya acuan
(informasi) yang dimilikinya.

Ketujuh, janganlah menjadi pendiam saat ada diskusi atau debat. 
Bicaralah, jangan pikirkan Anda menang atau kalah dalam berdebat, tetapi
jadikannlah media debat menjadi media pembelajaran dalam mengasah
keterampilan bicara. Juga, biasakanlah berdsiskusi, jangan hanya menjadi
pendengar yang baik (diam saja) tapi Anda harus menjadi pembicara yang baik.


Kedelapan, rajin mengevaluasi diri sehabis bicara. Karena berbicara
merupakan keterampilan proses, maka sebaiknya rajin mengevaluasi diri setiap
saat sehabis bicara. Seringkali (pengalaman saya) saya merasa tidak puas
dengan hasil akhir bicara. Selalu ada saja kekurangannya, banyak topik yang
lupa tidak tersampaikan. Kekurangan ini harus menjadi catatan untuk tampil
lebih baik pada kesempatan mendatang. 

Kesembilan, komitmen untuk terus berlatih. Tiada sukses  tanpa latihan
terus menerus. Tiada juara tanpa banyak latihan. Tiada bicara tanpa grogi
bila  hanya tampil (berlatih) satu  atau dua kali saja. Bicaralah saat ada
kesempatan bicara, karena keterampilan berbicara hanya dapat diperoleh
dengan "berbicara" bukan dengan cara "belajar tentang". Satu ons praktik
bicara lebih baik dari pada satu ton teori berbicara. Selamat mencoba.
Oleh Waidi
http://www.mail-archive.com/imagusri@yahoogroups.com/msg00026.html

Minggu, 27 Maret 2011

Pengertian Organisasi, Kepemimpinan, dan Manajer

(Tugas Tou 2 pertemuan ke-2 soal no.4)

  1. Organisasi adalah suatu sistem perserikatan formal, berstruktur dan terkoordinasi dari sekelompok yang bekerja sama dalam mencapai tujuan tertentu. Organisasi hanya alat dan wadah saja. (Drs. Malayu S.P Hasibuan).
  2. Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (followers). Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, kepemimpinan tidak akan ada juga.
  3. Manajer adalah seseorang yang bekerja melalui orang lain dengan mengoordinasikan kegiatan-kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi

Tingkatan Manajemen dalam suatu Organisasi

(Tugas TOU 2 pertemuan ke-2 soal no.3)


Pada Tingkatan manajemen dalam organisasi akan membagi manajer menjadi tiga golongan yang berbeda manajer puncak, manajer tingkat menengah, dan manajer lini pertama :

  1. Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman). 
  2. Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi. 
  3. Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer)

kepemimpinan dan Organisasi

 (Tugas TOU 2 pertemuan ke-2 soal no.2)


Fungsi Kepemimpinan

a. Fungsi Instruktif

Fungsi ini berlangsung dan bersifat komunikasi satu arah. Pemimpin sebagai pengambil keputusan berfungsi memerintahkan pelaksanaanya pada orang-orang yang dipimpinnya.

Fungsi ini berarti juga keputusan yang ditetapkan tidak akan ada artinya tanpa kemampuan mewujudkan atau menterjemahkannyamenjadi instruksi/perintah. Selanjutnya perintah tidak akan ada artinya jika tidak dilaksanakan. Oleh karena itu sejalan dengan pengertian kepemimpinan, intinya adalah kemampuan pimpinan menggerakkan orang lain agar melaksanakan perintah, yang bersumber dari keputusan yang telah ditetapkan.

b. Fungsi Konsultatif

Fungsi ini berlansung dan bersifat komunikasi dua arah , meliputi pelaksanaannya sangat tergantung pada pihak pimpinan. Pada tahap pertama dalam usaha menetapkan keputusan, pemimpin kerap kali memerlukan bahan pertimbangan, yang mengharuskannya berkonsultasi dengan orang-orang yang dipimpinnya. Konsultasi itu dapat dilakukan secara terbatas hanya dengan orang-orang tertentu saja, yang dinilainya mempunyai berbagai bahan informasi yang diperlukannya dalam menetapkan keputusan.

Tahap berikutnya konsultasi dari pimpinan pada orang-orang yang dipimpin dapat dilakukan setelah keputusan ditetapkan dan sedang dalam pelaksanaan. Konsultasi itu dimaksudkan untuk memperoleh masukan berupa impan balik (feed Back) yang dapat dipergunakan untuk memperbaiki dan menyempurnakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dan dilaksanakan.

Dengan menjalankan fungsi konsultatif dapat diharapkan keputusan pimpinan, akan mendapat dukungan dan lebih mudah menginstruksikannya, sehingga kepemimpinan berlansung efektif. Fungsi konsultatif ini mengharuskan pimpinan belajar menjadi pendengar yang baik, yang biasanya tidak mudah melaksanakannya, mengingat pemimpin lebih banyak menjalankan peranan sebagai pihak yang didengarkan. Untuk itu pemimpin harus meyakinkan dirinya bahwa dari siapa pun juga selalu mungkin diperoleh gagasan, aspirasi, saran yang konstruktif bagi pengembangan kepemimpinanya.

c. Fungsi Partisipasi

Fungsi ini tidak sekedar berlangsung dan bersifat dua arah, tetapi juga berwujud pelaksanaan hubungan manusia yang efektif, antara pemimpin dengan sesama orang yang dipimpinnya, baik dalam keikutsertaan mengambil keputusan maupun dalam melaksanakannya.

Fungsi partisipasi hanya akan terwujud jika pemimpin mengembangkan komunikasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran pendapat, gagasan dan pandangan dalam memecahkan masalah-masalah, yang bagi pimpinan akan dapat dimanfaatkan untuk mengambil keputusan-keputusan.sehubungan dengan itu musyawarah menjadi penting, baik yang dilakukan melalui rapat-rapat mapun saling mengunjungi pada setiap kesempatan yang ada.musyawarah sebagai kesempatan berpartisipasi, harus dilanjutkan berupa partisipasi dalam berbagai kegiatan melaksanakan program organisasi.

d. Fungsi Delegasi

Fungsi ini dilaksanakan dengan memberikan limpahan wewenang membuat/menetapkan keputusan, baik melalui persetujuan maupun tanpa persetujuan dari pimpinan. Fungsi ini mengharuskan pemimpin memilah-milah tugas pokok organisasi dan mengevaluasi yang dapat dan tidak dapat dilimpahkan pada orang-orang yang dipercayainya. Fungsi delegasi pada dasarnya berarti kepercayaan, pemimpin harus bersedia dapat mempercayai orang-orang lain, sesuai dengan posisi/jabatannya, apabila diberi pelimpahan wewenang. Sedang penerima delegasi harus mampu memelihara kepercayaan itu, dengan melaksanakannya secara bertanggung jawab.

Fungsi pendelegasian harus diwujudkan seorang pemimpin karena kemajuan dan perkembangan kelompoknya tidak mungkin diwujudkannya sendiri. Pemimpin seorang diri tidak akan dapat berbuat banyak dan bahkan mungkin tidak ada artinya sama sekali. Oleh karena itu sebagian wewenangnya perlu didelegasikan pada para pembantunya, agar dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien.

e. Fungsi Pengedalian

Fungsi pengendalian merupakan fungsi kontrol. Fungsi ini cenderung bersifat satu arah, meskipun tidak mustahil untuk dilakukan dengan cara komunikasi secara dua arah. Fungsi pengendalian bermaksud bahwa kepemimpinan yang sukses atau efektif mampu mengatur aktivitas anggotanya secara terarah dan dalam koordinasi yang efektif, sehingga memungkinkan tercapainya tujuan bersama secara maksimal. Sehubungan dengan itu berarti fungsi pengendalian dapat diwujudkan melalui kegiatan bimbingan, pengarahan, koordinasi, dan pengawasan. Dalam kegiatan tersebut pemimpin harus aktif, namun tidak mustahil untuk dilakukan dengan mengikutsertakan anggota kelompok/organisasinya.

* Fungsi Organisasi
a. Planning (perencanaan)
Hal yang berkaitan dengan perencanaan dalam organisasi diantaranya dalah rencana-rencana yang coba disusun oleh pengelola organisasi, seperti rencana kerja atau kegiatan serta anggaran yang diperlukan, teknis pelaksanaannya bias melalui rapat-rapat, seperti:
• Rapat Kerja (pengurus organisasi) yang membicarakan rencana-rencana kerja pengurus serta kegiatan anggota yang akan dilakukan dengan satu atau lebih target yang akan dicapai.
• Rapat Anggaran, untuk menentukan berapa jumlah anggaran yang diperlukan untuk mendukung kerja organisasi atau untuk suatu event / kegiatan (wujudnya daftar RKA) atau proposal kegiatan.

b. Organizing (pengaturan)
Dalam hal pengaturan, unsur yang perlu diperhatikan & diwujudkan adalah :
• Struktur Organisasi yang mampu menunjukkan bagaimana hubungan (relationship) antara organisasi/bagian/seksi yang satu dengan yang lain.
• Job Description yang jelas yang mampu menjelaskan tugas masing-masing bagian.
• Bentuk Koordinasi antar bagian dalam organisasi (misal. Rapat Koordinasi antar bagian, Rapat Pimpinan antar Organisasi, dll)
• Penataan dan Pendataan Arsip & Inventaris Organisasi
Harus diatur dan ditata dengan baik administrasi organisasi, seperti surat masuk, surat keluar, laporanlaporan, proposal keluar, data anggota, AD/ART, GBHK, presensi, hasil rapat, inventarisasi yang dimiliki, perangkat yang dipinjam dll.

c. Accounting (pelaporan)
Pelaporan merupakan unsur wajib yang harus dilakukan untuk menunjukkan sikap & rasa tanggung jawab dari pengurus kepada anggotanya ataupun kepada struktur yang berada diatasnya.Wujud kongkritnya adalah:
• Progress Report (Laporan Pengembangan Kegiatan)atau
• Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Kegiatan

d. Controling (pengawasan)
Tugas organisasi ataupun pimpinan organisasi yang tidak boleh terlewatkan adalah melakukan pengawasan terhadap aktifitas organisasi ataupun realisasi kegiatan dan penggunaan anggaran.

Jenis-Jenis Pasar

 (Tugas TOU 2 pertemuan ke-2 soal no.1)

Pengertian Pasar atau Definisi Pasar adalah tempat bertemunya calon penjual dan calon pembeli barang dan jasa.
Di pasar antara penjual dan pembeli akan melakukan transaksi. Transaksi adalah kesepakatan dalam kegiatan jual-beli. Syarat terjadinya transaksi adalah ada barang yang diperjual belikan, ada pedagang, ada pembeli, ada kesepakatan harga barang, dan tidak ada paksaan dari pihak manapun.

Berikut ini adalah arti definisi atau pengertian dari aneka jenis dan macam pasar yang ada :
1. Pasar Barang
Pasar barang adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang. Pasar barang dapat dibagi lagi menjadi dua macam, yakni :
a. Pasar Barang Nyata / Riil
Pasar barang nyata adalah pasar yang menjual produk dalam bentuk barang yang bentuk dan fisiknya jelas. Contohnya adalah pasar kebayoran lama, pasar senen, pasar malam, pasar kaget, dan lain-lain.
b. Pasar Barang Abstrak
Pasar barang abstrak adalah pasar yang menjual produk yang tidak terlihat atau tidak riil secara fisik. Contoh jenis pasar ini adalah pasar komoditas / komoditi yang menjual barang semu seperti pasar karet, pasar tembakau, pasar timah, pasar kopi dan lain sebagainya.
2. Pasar Jasa / Tenaga
Pasar jasa adalah pasar yang menjual produknya dalam bentuk penawaran jasa atas suatu kemampuan. Jasa tidak dapat dipegang dan dilihat secara fisik karena waktu pada saat dihasilkan bersamaan dengan waktu mengkonsumsinya. Contoh pasar jasa seperti pasar tenaga kerja, Rumah Sakit yang menjual jasa kesehatan, Pangkalan Ojek yang menawarkatn jasa transportasi sepeda motor, dan lain sebagainya.
3. Pasar Uang dan Pasar Modal
a. Pasar Uang
Pasar Uang adalah pasar yang memperjual belikan mata uang negara-negara yang berlaku di dunia. Pasar ini disebut juga sebagai pasar valuta asing / valas / Foreign Exchange / Forex. Resiko yang ada pada pasar ini relatif besar dibandingkan dengan jenis investasi lainnya, namun demikian keuntungan yang mungkin diperoleh juga relatif besar. Contoh adalah transaksi forex di BEJ, BES, agen forex, di internet, dan lain-lain.
b. Pasar Modal
Pasar Modal adalah pasar yang memperdagangkan surat-surat berharga sebagai bukti kepemilikan suatu perusahaan bisnis atau kepemilikan modal untuk diinvestasikan sesuai dengan kesepakatan yang telah dibuat. Contohnya seperti saham, reksadana, obligasi perusahaan swasta dan pemerintah, dan lain sebagainya.

Perkembangan Ekonomi Indonesia

 (Tugas TOU 2 pertemuan ke-1 soal no.3)

Krisis nilai tukar telah menurunkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Nilai tukar rupiah yang merosot tajam sejak bulan Juli 1997 menyebabkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam triwulan ketiga dan triwulan keempat menurun menjadi 2,45 persen dan 1,37 persen. Pada triwulan pertama dan triwulan kedua tahun 1997 tercatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8,46 persen dan 6,77 persen. Pada triwulan I tahun 1998 tercatat pertumbuhan negatif sebesar -6,21 persen.
Merosotnya pertumbuhan ekonomi tidak dapat dilepaskan dari masalah kondisi usaha sektor swasta yang makin melambat kinerjanya. Kelambatan ini terjadi antara lain karena sulitnya memperoleh bahan baku impor yang terkait dengan tidak diterimanya LC Indonesia dan beban pembayaran hutang luar negeri yang semakin membengkak sejalan dengan melemahnya rupiah serta semakin tingginya tingkat bunga bank. Kerusuhan yang melanda beberapa kota dalam bulan Mei 1998 diperkirakan akan semakin melambatkan kinerja swasta yang pada giliran selanjutnya menurunkan lebih lanjut pertumbuhan ekonomi, khususnya pada triwulan kedua tahun 1998.
Sementara itu perkembangan ekspor pada bulan Maret 1998 menunjukkan pertumbuhan ekspor nonmigas yang menggembirakan yaitu sekitar 16 persen. Laju pertumbuhan ini dicapai berkat harga komoditi ekspor yang makin kompetitif dengan merosotnya nilai rupiah. Peningkatan ini turut menyebabkan surplus perdagangan melonjak menjadi 1,97 miliar dollar AS dibandingkan dengan 206,1 juta dollar AS pada bulan Maret tahun 1997. Impor yang menurun tajam merupakan faktor lain terciptanya surplus tersebut. Impor pada bulan Maret 1998 turun sebesar 38 persen sejalan dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi.
Pendapat saya tentang artikel di atas:
Semoga masyarakat Indonesia dapat mengurangi produk luar,karena yang meningkatkan surplus pedagangan tergantung dari masyarakat kita sendiri,semakin kita menggunakan produk dalam negeri semakin meningkat pula perkembangan perekonomian kita.Karena produk kita tidak kalah dengan produk luar negeri. Cintailah produk Indonesia.
Selanjutnya dapat melihat artikel ini lebih lengkap di situs : http://www.bappenas.go.id/node/45/729/perkembangan-ekonomi-indonesia-/

Minggu, 13 Maret 2011

DASAR pemrograman PASCAL


Pascal adalah bahasa tingkat tinggi (high level language) yang orientasinya pada segala tujuan, dirancang oleh Profesor Niklaus Wirth dari Technical University di Zurich, Switzerland. Nama Pascal diambil sebagai penghargaan terhadap Blaise Pascal, ahli matematik dan philosophi terkenal abad 17 dari Perancis. Profersor Niklaus Wirth memperkenalkan kompiler bahasa Pascal pertama kali untuk komputer CDC 6000 (Control Data Corporation) yang dipublikasikan pada tahun 1971 dengan tujuan untuk mengajar program komputer secara sistematis, khususnya untuk memperkenalkan bahasa pemrograman yang terstruktur (structured programming). Jadi Pascal adalah bahasa yang ditujukan untuk membuat program terstruktur.

Salah satu kompiler pascal yang terkenal dan tercepat adalah Turbo PASCAL yang dibuat oleh perusahaan Borland (http://www.borland.com).

Langkah-langkah dalam pemrograman:
a. Menulis Program
b. Menjalankan dan menguji kebenaran program
c. Jika terjadi kesalahan (logika maupun kaidah) program diperbaiki dan
d. Kembali ke langkah b.
Langkah-langkah tersebut dapat di gambarkan dengan Flow chart:


Struktur Program Pascal
Struktur program pascal yang paling sederhana adalah seperti ini:
uses …;
var …;
begin
…. {Your program is here}
end.
Adapun struktur program pascal yang kompleks adalah sebagai berikut :
program … ; { Program heading }
uses … ; { Uses clause }
label … ; { Labels }
const … ; { Constants }
type … ; { Types }
var … ; { Variables }
procedure … ; { Procedures }
function … ; { Functions }
begin
statement; { Statements }

end.

Penjelasan:

Program heading
Judul program dalam Turbo Pascal bersifat optional dan tidak ada pengaruhnya dalam program. Jika ditulis akan memberikan nama program.
Contoh :
Program Penjumlahan;

Uses clause
Uses adalah sintak program yang digunakan untuk memanggil library atau *unit*. Crt / Wincrt adalah adalah salah satu library yang paling banyak digunakan didalam program Pascal. Masih banyak lagi library yang disediakan oleh program pascal. Dengan library ini Compiler dapat mengetahui library yang diperlukan.
Contoh:
Uses wincrt;

Declaration
Bagian ini meliputi deklarasi untuk Labels, Constants, Types, Variables, Procedures, Functions. Syarat terpenting dalam pembentukan suatu program adalah, bahwa setiap variabel, type non-standard, label, procedure non-standard, serta function non-standard yang dipakai didalamnya harus dinyatakan (deklarasi) terlebih dahulu pada bagian deklarasi.
Contoh:
var a, b, c : real;
 
Statements
Bagian ini merupakan inti dari program. Seluruh perintah dan urutannya serta proses Input/Output dalam program perlu disusun secara teratur oleh penyusun program. Segala yang ada pada bagian uses maupun deklarasi merupakan pendukung terhadap isi program. Bagian ini diawali dengan kata begin dan diakhiri denan kata end.
Contoh:
begin
statement; { Statements }

end.
Untuk membuat program anda menjadi mudah dibaca dan dimengerti, maka perlu diberi keterangan yang akan diabaikan oleh kompiler. Untuk membuat keterangan gunakan tanda kurawal { ini adalah keterangan }, atau (* ini adalah keterangan *).
Contoh:
var a, b, c : real; {ini adalah deklarasi}
Pascal menyediakan perintah Write dan Writeln yang dapat anda gunakan untuk menampilkan tulisan ke layar. Perbedaan dari kedua buah prosedur ini hanyalah terdapat pada posisi kursornya. Pada prosedur Write kursor akan berada di belakang teks yang dituliskan. Sedangkan pada prosedur Writeln, setelah menuliskan teks maka posisi kursor akan dipindahkan ke baris berikutnya. Perintah Readln dapat digunakan untuk membaca masukan dari pemakai dan menyimpannya ke suatu variabel.

Contoh program:
 uses crt;
 var a,b,c : integer; ( ini mengenalkan variable, dan datanya itu bertype integer).
begin ( bagian pernyataan).
clrscr; ( fungsinya untuk menghapus).
write(‘a:’); ( untuk menampilkan huruf a:).
readln(a); ( untuk menginput, lalu menampilkan data integer yang di masukan).
write(‘b:’); ( untuk menampilkan huruf b:).
readln(b); ( untuk menginput, lalu menampilkan data integer yang di masukan).
c: = a+b; ( c adalah hasil nilai penjumlahan dari a + b).
writeln (‘c:’,c); ( menampilkan c:).
readln; ( menampilkan hasil c:).
end. ( mengakhiri ).

Rabu, 09 Maret 2011

ANALISIS PENDAPATAN NASIONAL UNTUK PEREKONOMIAN TERTUTUP SEDERHANA DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

 (Tugas TOU 2 pertemuan ke-1 soal no.2)

1. Ekonomi Sederhana (Tertutup)
Dengan asumsi tidak adanya ekspor dan impor dan tidak ada pemerintah maka komponen permintaan agregat (aggregate demand) atau output sama dengan konsumsi (dengan notasi C) ditambah dengan investasi (dengan notasi I).
Y = C + I (1)
Seperti telah disebut diatas output, Y sama dengan income. Persamaan (1) diatas artinya bahwa output yang diproduksi oleh ekonomi sama dengan aggregate demand dimana aggregate demand ini terdiri dari konsumsi dan investasi. Output ini juga sama dengan income yang diterima oleh seorang pelaku ekonomi (misalnya pengusaha) dan digunakan sebagian untuk konsumsi dan sisanya akan digunakan untuk belanja barang modal guna melanjutkan proses produksi berikutnya, belanja ini dikategorikan sebagai investasi untuk memproduksi barang dan jasa selanjutnya. Dengan demikian income (output) dari sisi produsen digunakan untuk konsumsi (C) dan sisanya diinvestasikan (I). Dari sisi alokasi income atau konsumen maka income yang didapat akan digunakan sebagian besar untuk konsumsi dan sisanya akan ditabungkan (S), hal ini karena konsumen tidak mempunyai usaha sendiri seperti halnya dengan produsen sehingga formula (1) diatas dapat ditulis sebagai berikut:
Y = C + S (2)
Bila kedua persamaan diatas digabung maka didapat
C + I = Y = C + S (3)
Persamaan sebela kiri adalah komponen aggregate demand atau output dan sebelah kanan adalah aloksi atau penggunaan income. Atau output yang diproduksi sama dengan output yang dijual dan sama dengan income yang diterima. Income yang diterima digunakan untuk konsumsi dan sisanya ditabung. Persamaan diatas akhirnya menjadi:
I = S (4)
Saving sama dengan investasi, artinya sumber dana untuk investasi berasal dari tabungan. Dari sisi aggregate, konsumen atau private sektor tidak melakukan investasi sendiri terhadap uangnya yang berlebih tetapi pada umumnya akan menyimpan uangnya di Bank sebagai tabungan (S) dan bank akan menyalurkan dana tersebut kepada orang-orang yang membutuhkan berupa kredit usaha atau investasi (I). Dari sisi individual saving yang dilakukan oleh konsumen tidak berarti akan langung dialoksikan kepada kegiatan produktif (productive investment), karena keterbatasan yang dimiliki oleh konsumen sehingga mereka memerlukan jasa perbankan untuk melakukan kegiatan tersebut.
2. Konsumsi dan Investasi
Apabila tabungan berjumlah cukup besar, maka akan digunakan untuk kegiatan menghasilkan kembali barang dan jasa yang diperlukan konsumen. Dengan kata lain, tabungan akan digunakan melakukan investasi. Bila digambarkan dengan rumus, maka akan didapat rumus berikut ini :
Y = C + S
Y = C + I sehingga I = S

Faktor – faktor yang mempengaruhi besar investasi anatara lain:
1. Tingkat bunga. Kenaikan tingkat bunga akan mempengaruhi keinginan untuk berinvestasi, dan sebaliknya.
2. Jumlah permintaan. Semakin besar jumlah permintaan konsumen terhadap barang dan jasa, keinginan untuk melakukan investasi juga semakin besar.
3. Perkembangan teknologi. Kemajuan teknologi juga akan meningkatkan keinginan untuk berinvestasi, karena teknologi yang maju akan mengurangi biaya produksi dan meningkatkan jumlah keuntungan.

Pengaruh Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Terhadap Pengangguran di Indonesia
Salah satu titik awal kelahiran ilmu ekonomi makro adalah adanya permasalahan ekonomi jangka pendek yang tidak dapat diatasi oleh teori ekonomi klasik. Masalah jangka pendek ekonomi tersebut yaitu inflasi, pengangguran dan neraca pemba-yaran. Munculnya ekonomi makro dimulai dengan terjadinya depresi ekonomi Amerika Serikat pada tahun 1929. Depresi merupakan suatu malapetaka yang terjadi dalam ekonomi di mana kegiatan produksi terhenti akibat adanya inflasi yang tinggi dan pada saat yang sama terjadi pengangguran yang tinggi pula.

Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Dari pengertian tersebut maka apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini. Oleh karena itu, tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah eko-nomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekono-miannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Namun demikian ada negara yang meng-hadapai tingkat inflasi yang lebih serius atau sangat tinggi, misalnya Indonesia pada tahun 1966 dengan tingkat inflasi 650 persen. Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiper inflasi (hyper inflation).
Didasarkan pada faktor-faktor penyebab inflasi maka ada tiga jenis inflasi yaitu: 1) inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) dan 2) inflasi desakan biaya (cost-push inflation) 3) inflasi karena pengaruh impor (imported inflation). Inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) atau inflasi dari sisi permintaan (demand side inflation) adalah inflasi yang disebabkan karena adanya kenaikan permintaan agregat yang sangat besar dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Karena jumlah barang yang diminta lebih besar dari pada barang yang ditawarkan maka terjadi kenaikan harga. Inflasi tarikan permintaan biasanya berlaku pada saat perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan eko-nomi berjalan dengan pesat (full employment and full capacity). Dengan tingkat pertumbuhan yang pesat/tinggi mendorong peningkatan permintaan sedangkan barang yang ditawarkan tetap karena kapasitas produksi sudah maksimal sehingga mendorong kenaikan harga yang terus menerus.

Inflasi desakan biaya (Cost-push Inflation) atau inflasi dari sisi penawaran (supply side inflation) adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan biaya produksi yang pesat dibandingkan dengan tingkat produktivitas dan efisiensi, sehingga perusahaan mengurangi supply barang dan jasa. Pening-katan biaya produksi akan mendorong perusahaan menaikan harga barang dan jasa, meskipun mereka harus menerima resiko akan menghadapi penurunan permintaan terhadap barang dan jasa yang mereka produksi. Sedangkan inflasi karena pengaruh impor adalah inflasi yang terjadi karena naiknya harga barang di negara-negara asal barang itu, sehingga terjadi kenaikan harga umum di dalam negeri.

Pengangguran, Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa pada saat terjadinya depresi ekonomi Amerika Serikat tahun 1929, terjadi inflasi yang tinggi dan diikuti dengan pengangguran yang tinggi pula. Didasarkan pada fakta itulah A.W. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya, ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam arti jika inflasi tinggi, maka pengangguran akan rendah. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan kurva Phillip.
Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena, pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan pertumbuhan lapangan kerja yang dapat disediakan
setiap tahunnya. Pertumbuhan tenaga kerja yang lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan kerja menimbulkan pengangguran yang tinggi. Pengangguran merupakan salah satu masalah utama dalam jangka pendek yang selalu dihadapi setiap negara. Karena itu, setiap perekonomian dan negara pasti menghadapi masalah pengangguran, yaitu pengangguran alamiah (natural rate of unemployment).
Pada tahun 1980-an, pengangguran terbuka di Indonesia meningkat hampir dua kali lipat yaitu dari 1,7 persen pada tahun 1980 menjadi 3,2 persen pada tahun 1990. Pertumbuhan pengangguran di perkotaan lebih tinggi daripada di pedesaan, yaitu meningkat dari 2,8 persen pada tahun 1980 menjadi 6,1 persen pada tahun 1990. Sebaliknya tingkat pengangguran di pedesaan menurun secara drastis yaitu dari 1,4 persen menjadi 0,1 persen.

Dari sisi pendidikan, tingkat pengangguran selama periode 1980 – 1990 pada semua tingkat pendidikan memper-lihatkan kecenderungan yang meningkat. Seterusnya, tingkat angkatan kerja berpendidikan di bawah Sekolah Dasar yang menganggur paling rendah sedangkan yang berpendidikan tinggi adalah yang paling tinggi, yaitu meningkat dari 1,8 persen pada 1980 menjadi 15,9 persen pada 1990.
Selanjutnya, tingkat pengangguran di kota Indonesia selama periode 1971-1980 relatifnya rendah dan memperlihatkan kecenderungan yang menurun. Menurut Manning (1984: 1-28), kadar pengangguran rendah ini disebabkan karena: (a) besarnya kemampuan sektor informal menyerap, bahkan menarik sejum-lah besar penganggur, (b) tingkat investasi pemerintah yang tinggi dalam projek pembangunan dan prasarana sosial (sekolah, klinik kesehatan dan lain-lain), dan (c) pertumbuhan sektor pertanian yang tinggi dan adanya peluang pekerjaan baru di luar bidang usaha tani di pedesaan.

Daftar Pustaka
Tim Abdi Guru. Ekonomi SMA penerbit Erlangga
Arsyad, Lincolin. Ekonomi Mikro. Ed.1. Yogyakarta : BPEE, 1991
Wijaya, Faried. Ekonomi Mikro. Yogyakarta : BPEE, 1989
therealitystoryoflife.blogspot.com